Sinyal 3G di Gunung Kelimutu

Berada di Desa Pemo, Kabupaten Ende, Gunung Kelimutu menjadi tempat Bung Karno merumuskan Pancasila. Gunung ini memiliki danau tiga warna yang berbeda, yakni Biru Toska, Hitam dan Hijau. Uniknya, danau kawah tersebut bisa berubah warna seiring dengan perjalanan waktu.

Sinyal 3G di Gunung Kelimutu

Menggunakan pesawat Sky Aviation kami mendarat di Bandara Frans Seda Maumere. Bersama tiga kawan saya (LeoRizki, UGLU dan Andi Afri). Dari Maumere kami melanjutkan perjalanan ke kota Ende.

Butuh waktu 5 jam untuk sampai di kota tempat pembuangan Bung Karno ini. Dari Ende perjalanan kami lanjutkan menuju Desa Pemo. Jika kami hitung, kota Ende ke Kelimutu sekitar 50 Km. Tidak terlalu jauh, tetapi perjalanan menjadi tidak mudah karena jalanan sempit dan berliku.

Tangga menuju Gunung Kelimutu

Hampir semalaman tidak tidur, sesekali kami berhenti jika perut terasa mual sambil menikmati taburan bintang di tengah perjalanan. Gunung Kelimutu bisa digolongkan menjadi Gunung “Tamasya” seperti halnya Bromo dan Ijen. Secara topografi, Gunung ini tidak terlalu tinggi, untuk mencapainya juga tidak terlalu susah karena sudah difasilitasi ratusan tangga yang telah dibangun. Meski begitu, Kelimutu tampak angker. Banyak juga wisatawan yang hilang dan akhirnya meninggal.

Sampai di pintu gerbang,  kami mulai menyusuri tangga, dan kabutpun mulai turun. Tidak seperti kebanyakan Gunung yang ramai pendaki, Kelimutu bisa dibilang sepi dari hiruk pikuk para porter.

Tangga yang menghubungkan ke puncak seperti mini Great Wall, bedanya ini terbuat dari besi dengan kanan kiri jurang. Jika anda pelari, butuh 1 jam untuk sampai di puncak Gunung dengan tiga kawah berbeda warna.

Danau berwarna biru toska atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai"

Menurut warga sekitar Danau berwarna biru toska atau "Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" konon merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal.

"Tiwu Ata Polo" 

Danau yang berwarna hitam atau "Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan selama ia hidup selalu melakukan kejahatan.

Danau berwarna hijau atau "Tiwu Ata Mbupu"

Sedangkan danau berwarna hijau atau "Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal. Pada saat soeharto lengser, salah satu danau ini berwana merah seakan menjadi pertanda bergantinya dinasti. Walaupun tampak dekat,  jika kita melempar batu ke dalam danau maka tidak akan pernah sampai ke danaunya . “Terbukti iya, salah satu dari kawan kami mencobanya, dan tidak sampai.”

Ibu penjual kopi dan mie instant

Diatas puncak kami bertemu nenek-nenek penjual kopi dan mie instant. Untuk cuaca dingin suguhan makanan tersebut sangat dinantikan. Tampak beberapa orang  asyik mengabadikan Indahnya Kelimutu.

Sinyal 3G Telkomsel

Jika anda pengguna Telkomsel, tidak perlu khawatir soal sinyal, anda bisa langsung upload ke social media sehabis selfie. Pasalnya, disini terjangkau jaringan 3G Telkomsel.


Kami tidak mau pulang sebelum kabut hilang, sekitar dua jam  menunggu akhirnya kawah benar-benar bersih dari kabut. Sekalipun tidak mendapatkan sunrise karena hujan, keunikan tiga warna Kelimutu bagi kami cukup memberikan pesona tersendiri (AndikSetiawan).