Qubbat As-Sakhrah, Bangunan Muslim Tertua di Muka Bumi

Kebanyakan orang menganggap bahwa bangunan ini adalah Masjidil Aqsa, meski berada di dalam kompleks Haram Al Syarif , Qubbat As-Sakhrah atau lebih dikenal Dome of The Rock sebenarnya bukan Masjid. Qubbat As-Sakhrah adalah Kubah Batutempat dimana baginda Nabi Muhammad SAW memulai proses Isra Mi’raj. Meski begitu, sekarang bangunan ini juga difungsikan untuk sholat layaknya Masjid.


Di dalam Qubbat As-Sakhrah terdapat jejak kaki yang diyakini sebagai jejak kaki baginda Nabi Muhammad SAW sebelum melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Berbentuk segi delapan dengan arsitektur sangat menawan, Qubbat As-Sakhrah dibangun  sejak zaman khalifah kerajaan Umaiyyah dan menjadi struktur bangunan muslim tertua yang masih ada saat ini.

Masih di dalam Qubbat As-Sakhrah juga terdapat batu terbang, dikisahkan dulu batu tersebut ingin ikut Baginda Nabi Muhammad SAW ke langit dalam peristiwa Isra Miraj namun tidak diijinkan sehingga menggantung hingga kini. Sebagai penanda di batu tersebut diberi tulisan berlafalkan kalimat tauhid Laillahaillallahu Muhammadurosulullloh.

Lorong bawah tanah yang diyakini sebagai tempat baginda nabi Muhammad SAW mengimami seluruh nabi dan rosul yang pernah hidup di muka bumi juga berada di bawah Qubbat As-Sakhrah . Kompleks Aqsa menyimpan banyak peristiwa bersejarah bagi umat muslim dan menjadi tempat yang disucikan oleh tiga agama lainnya.

Banyak para nabi dan sahabat nabi yang diyakini pernah tinggal dan meninggal di sekitar Masjdil Aqsa, seperti Nabi Sulaiman dan sahabat nabi Salman Al Farisi. Bahkan Imam Ghozali seorang Imam yang sangat dihormati oleh para ilmuan Islam karena pemikiran-pemikiranya menyelesaikan bagian dari bukunya yang paling terkenal yakni Ihyaa Ulum Al Din ketika berada di Aqsa.

Qubbat As-Sakhrah dan Masjidil Aqsa yang berdiri kokoh hingga kini juga menjadi saksi bisu puluhan ribu umat muslim pernah dibantai saat tentara salib menguasai Yerusalem. Tentara salib juga menjadikan Qubbat As-Sakhrah untuk kapel dan ruang bawah tanahnya sebagai kandang kuda. (Andik Setiawan)