Pelataran "Surga" yang Tertinggal di Bumi Pertiwi

Kalo ada wisata di Indonesia yang bisa menandingi indahnya Pegunungan Alpen, tempat itu adalah Gunung Rinjani. Terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Rinjani menyandang predikat Gunung tertinggi kedua di Indonesia, pesona Rinjani seakan tidak ada habisnya.

Gunung Rinjani dengan Kawah Segara Anak

Untuk mencapai rinjani bisa ditempuh melalui jalur Sembalun atau Senaru. Kebetulan saya mengambil jalur sembalun perjalanan darat dari Bandara Lombok sembalun bisa dicapai 2 jam perjalanan.

 Agung Wiharto (Sekper Semen Indonesia suami dari  Adita Irawati, VP Corporate Communications Telkomsel), di Sembalun Kaki Gunung Rinjani

Sembalun berada di ketinggian 2800 Mdpl, desa dengan penduduk sekitar 20 ribu jiwa ini tenang dengan suara adzan bersautan. Sebelum sampai di Rinjani, saya mengontak pihak balai konservasi. Kebiasaan yang pasti saya lakukan sebelum ke lokasi tujuan adalah mengontak orang yang menguasai medan yang kami tuju. Ini penting agar kita tidak “buta” dalam melihat lokasi, paham medan dan tahu lokasi mana saja yang menjadi point of interest.

Bersama para porter di Pos 2 

Yang kami kontak,  Joko namanya, salah satu orang yang kesehariannya bekerja sebagai pengelola Taman Nasional Rinjani. Joko yang membantu kami menyiapkan semuanya, mencarikan porter, menyediakan makanan selama perjalanan dan memberi tahu do and don’t selama dalam kawasan Gunung Rinjani. Dibantu 5 porter kami mulai menyusuri medan menuju Puncak Gunung Rinjani. Seingat saya ada 6-7 pos menuju puncak Gunung Rinjani.

Bukit Penyesalan

Kalo di total perjalanan jalan kaki dari sembalun ke Puncak Gunung Rinjani sekitar 26 Km perjalanan jalan kaki. Medan perjalanan dari pos 1 sampai pos 5 masih landai, didominasi dengan medan tanah berbatu. Pos 5 keatas kemiringan sudah mulai curam, disinilah yang dinamakan Bukit Penyesalan, mau naik terus keatas masih jauh, mau kembali lebih jauh lagi, mungkin itu maksudnya penyesalan.

Perjalanan menyusuri padang savana

Start jam 06 pagi kami sampai di Pelawangan (pintu langit) jam 03 sore. 7 jam perjalanan yang bisa dibilang membuat telapak kaki “meletus” dan badan hangat meriang karena kelelahan. Sepanjang perjalanan pula suguhan pemandangan yang menyebabkan bibir tidak berhenti berucap syukur bisa mengunjungi Gunung dengan pemandangan terbaik se-Indonesia.

Padang Savana

Padang savana, sungai yang airnya tidak mengalir (kalimati) sampai hempasan kabut mewarnai perjalanan kami menuju pintu langit (pelawangan) Rinjani.


Sembalun

Disini kami mendirikan tenda, merebahkan badan sampai mengambil gambar eloknya segara anak.


Konon, apabila kita melihat segara anak terasa luas sekali, berarti umur kita panjang,  sekali lagi hanya mitos, yang kita yakini bahwa umur ditangan Allah.


Headlamp, senter jaket dingin, sleeping bag, dan tenda menjadi perangkat utama yang wajib dalam pendakian Rinjani, usahakan kurangi bawaan di pundak agar pendakian menuju summit menjadi agak ringan. Sepatu trail run menjadi faktor penting untuk menjadikan pendakian ke puncak tidak terlalu berat. 


"Seorang pendaki sejatinya tidak sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi yang menusuk ke langit, melainkan ia sedang menaklukan pucuk-pucuk tertinggi dirinya sendiri sebagai manusia”.

Summit menuju Puncak Gunung Rinjani

Sepertinya pepatah diatas ada benarnya, summit menuju puncak Rinjani merupakan kombinasi fisik mental dan kesabaran yang diuji. Naik selangkah turun dua langkah dengan tingkat elevasi 45 sampai 50 derajat. Belum lagi pasir yang masuk lewat sela-sela sepatu seakan menambah daftar penderitaan menuju puncak Rinjani.

Air yang saya bawa sempat habis di pertengahan menuju puncak, tapi saya tidak pernah khawatir, karena saya yakin setiap pendaki punya jiwa solidaritas yang tinggi pada pendaki lainnya. Saya meminta air minum setiap bertemu pendaki, untuk menambah tenaga.

Medan pasir berbatu

Sekalipun lelah kamera dan lensa tele tetap dalam genggaman saya. "Seberat apapun medannya saya selalu membawa kamera DSLR, karena percuma mau sampai puncak jika hanya berbekal kamera iPhone".

Puncak Gunung Rinjani 3.676Mdpl

Butuh waktu 8 jam dari pelawangan sampai ke puncak Rinjani 3.676Mdpl, benar-benar perjalanan yang melelahkan dan lumayan panjang. Ini adalah summit terpanjang kedua setelah gunung Tambora.


Dari atas puncak, Segara Anak terlihat sangat cantik, tidak berlebihan rasanya jika ciptaan Allah yang Maha Besar ini dijuluki sebagai pelataran "surga" yang tertinggal di bumi pertiwi. "Subhanallah Wabihamdihi Subhanallah hil Azhim" (Andik Setiawan).