Melihat Pulau Terdepan di Paling Ujung Selatan Indonesia

 

Pasti pernah mendengar kata-kata "membentang luas dari Miangas sampai Pulau Rote" ? pulau yang berada di paling ujung selatan Indonesia dan  menjadi surga bagi para surfer di seluruh dunia. Di awal tahun saya berkesempatan mengunjunginya dalam momen peresmian tower telekomunikasi di pulau terdepan.


Pulau Rote, seperti di New Zealand 

 

Berangkat dari Surabaya menuju Kupang, dengan waktu tempuh 2 jam lalu dilanjut dengan pesawat ATR 72-500 dari Kupang ke Rote membutuhkan waktu 30 menit. Kalo ditanya berapa jarak Surabaya Rote, jawabnya 2400Km, atau setara dengan jarak Chicago ke Las Vegas.

Bandara DC Saudala Pulau Rote

 

Pulau Rote memiliki kabupaten yakni Rote Ndao, dan nama bandaranya DC Saudale. Di awal tahun 2018, Presiden Joko widodo mendarat di bandara ini dan dirinya mengklaim sebagai presiden pertama yang mengunjungi pulau Rote.

Ibu Hendri Saparini, Komisaris Utama Telkom Indonesia di Pantai Nembrala

 

Dari Rote, kemudian saya menempuh perjalananan satu jam menuju nembrala. Konon, disinilah tempat indahnya pulau Rote, yang sampai presiden pun berkunjung dan cuci muka di pantainya. Sesampainya di Nembrala, sampailah saya di sebuah resort tempat saya menginap, namanya Nembrala Now, jika dilihat di traveloka sih indah ya, berada di bibir pantai dengan bangunan yang cukup indah.

Ketika sampai depan hotel, saya tolah toleh mencari reception hotel ini “ Halo, anybody home, ala-ala bule menyapa pemirsa” lalu munculah seorang wanita, yang tidak ada perawakan sama sekali sebagai reception . “ halo, mbak, ini receptionnya dimana ? oh tidak ada, saya adik pemilik resort ini, ucapnya. “ Lah (dalam hati) bagaimana bisa sebuah resort tanpa reception . Lalu si mbak tadi menyampaikan “ sebenernya resort ini tutup, cuman karena pak Andi udah terlanjur bayar , jadi kita terima ‘ ? Maksud mbak, tutup gimana, iya jadi kami sebenernya tutup sampai maret, dan baru buka april nanti. What ? berarti disini saya sendiri doank donk. “Iya betul mas, tapi gak papa, nanti ada security yang jaga.

Gilakkkk, resort sebesar ini saya menginap sendiri. Jadi temans, resort di pulau rote itu, setiap desember sampai maret, itu semuanya tutup, dan baru buka april, penyebabnya adalah ombak yang tinggi dan cuaca yang buruk. Dan ini pertama kalinya seumur hidup berasa kayak jailangkung datang ke hotel, datang gak ada yang nyambut, check out pun gak usah pamit. Ha ha ha

Lifulada Beach

Tidak banyak yang bisa di explore di pulau ini, sebagai “guru besar traveler republik Indonesia” yang sudah melanglang buana dalam dan luar negri, bisa saya bilang untuk pantai dan wisata standard aja sih, mungkin karena saya anak gunung ya, namun untuk surfing, Rote memang peringkat pertama. Bahkan majalah Travel and Leisure menobatkan Nembrala sebagai Most Popular Surfing Sport.

Kain tenun khas Rote

Topi ti'i langga

 

Beberapa tempat yang saya kunjungi di Rote adalah pantai tiang bendera, lifulada beach dan nembrala beach, tempat pak Jokowi cuci muka. Dari sisi budaya, ada yang menarik dari rote yakni sasando dan topi ti’I langga yang mirip dengan sombrero dari Mexico. Dua benda tersebut, hanya dapat dijumpai di pulau rote, dan satu lagi, kain tenun khas rote, kainnya bagus dan unik, ibu negara juga membeli kain tenun khas Rote ketika kunjungan ke pulau ini.

Sepanjang perjalanan keliling Rote, jalanan relatif sangat sepi, jarang sekali berpapasan sama mobil. Saking sepinya, yang nyebrang jalan itu bukan lagi manusia, namun babi, sapi dan kambing. Pemandangan yang jarang kita temui di kota-kota di belahan jawa manapun. Kerbau dan babi pun berkeliaran mencari makan di padang rumput ilalang, pemandangan seperti inilah pemandangan yang bisa dibilang mahal, karena mengajak kita serasa di pinggiran Himalaya.

Di Rote kita dijamu langsung oleh bupatinya, Bapak Leonard Haning dan Ibu Paulina. Bupatinya seru penuh canda dan tawa. Bagi saya beliau, adalah bupati yang tidak pernah mati kosakata. Setiap kata-kata yang meluncur dari mulutnya, membuat saya tertawa terbahak-bahak.

“ Saya pikir pangkat saya ini, kolonel sudah tinggi, ternyata di rumah saya itu Brigjen, yaitu istri saya dan anak-anak saya, makanya saya kalo disuruh mereka selalu hormat “, hahahaha.

Bupati leo juga bilang, jangan bilang rote pulau terluar, karena kita masih Indonesia bukan Australia, jangan pula sebut rote sebagai pulau tertinggal karena disini, lampu jalan saja pake panel surya, tapi sebut rote pulau terdepan Indonesia.

Yah, "selamat datang di Pulau Terdepan Ujung Selatan RI"

Ayo Visit Rote !!

18 Januari 2019

 

Andik Setiawan