Maulidan di Istana Windsor Inggris

Selamat datang di Istana Ratu Elizabeth II

Setiap maulid Baginda Nabi Muhammad SAW saya selalu mencari tempat-tempat khusus buat baca shalawat. Karena bagi saya pribadi, kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW adalah sebuah momen besar yang harus saya rayakan. Mungkin tiap orang menyambutnya berbeda-beda, ada yang biasa aja, dan ada yang tidak merayakan, dan ada pula yang merayakan dengan meriah. Dan cara—cara yang saya tempuh biasanya saya naik ke atap-atap langit dunia di gunung-gunung tertinggi, kalo nggak ya pergi  ke lembah atau ke makam Baginda Nabi Muhammad SAW di Madinah Al Munawaroh.

Lembah Kashmir di India yang berbatasan dengan Nepal dan Pakistan

Tahun ini sebetulnya saya pengen ke Lembah Kashmir, di India yang diberi julukan “Surga Dunia”. Kashmir memiliki keindahan luar biasa, saking Indahnya lokasi tersebut dijuluki surga dunia. Tapi sebenernya bukan itu alasan saya ke Kashmir, tapi lebih pada, karena di daerah Kashmir ada sebuah Masjid bernama Masjid Hazratbal yang menyimpan rambut Baginda Nabi Muhammad SAW, nah itu yang saya pengen lihat. Jauh-jauh hari saya membuat e-visa India untuk menuju Lembah tersebut, tapi ketika sudah waktu maulid, saya urungkan karena informasi yang saya dapatkan terdapat konflik di lokasi tersebut. Kashmir memang menjadi rebutan antara India, Nepal dan Pakistan.

Istana Windsor

Tapi itu semua tentu sudah kehendak Allah, akhirnya saya putar arah menuju Inggris. Yah, Inggris saya ingin merayakan kelahiran baginda Nabi Muhammad di Istana paling megah di dunia, Windsor Palace. Bermodal nekad, saya berangkat hari kamis pulang kantor, karena Jumat libur. Saya berangkat dari Surabaya pukul 18.30 sampai di Jakarta pukul 20.10, lari-lari ngejar pesawat menuju Jakarta Abu Dhabi – Abu Dhabi London pada pukul 00.05 hari kamis dan saya tiba di London pukul 12.00 waktu London.

Heathrow Terminal 3

Jakarta London terdapat selisih waktu 7 jam. Setelah menempuh 17 jam perjalanan udara, tibalah saya di Heathrow Terminal 3. "Wah saya sampai juga ke negeri kanjeng Ratu Elizabeth II". Antri imigrasi nya bisa saya lalui tanpa masalah, boleh saya bilang masih lebih ketat imigrasi Amerika ketimbang Inggris, orang Imigrasinya juga lumayan ramah. Banyak pertanyaan sih, but It's Okey.

Istana Buckingham

Sampai di Inggris saya keliling London dulu, naik tube, transportasi massal London, melihat-lihat Buckingham Palace, Hyde Park, Big Ben, dan beberapa landmark London. Bener kata orang kalo London itu kota yang sangat cantik, hampir semua titik rasanya pengen saya foto.

Hyde Park, London

Taman-taman nya Indah dan tertata rapi, saya sempat mampir ke hyde park, informasi dihimpun, Pak Surya paloh kalo baca buku disini lho, wah keren banget ya.

Setelah melihat-lihat kota London saya makan siang di salah satu resto Indonesia, namanya resto Nusa Dua, konon resto ini milik bos salah satu travel, saya mencicipi nasi goreng dan teh hangat, lumayan sih, mungkin karena pengaruh suhu dingin London ya. Hari pertama saya habiskan untuk wisata mainstream Landmark London, keesokannya baru saya menuju Windsor Palace.

Ini tiket kereta menuju Windsor

Untuk menuju Windsor saya naik kereta antar kota dari London Paddington ke Slough lalu dari Slough menuju Windsor. Perjalanan ke Windsor membutuhkan waktu 1,5 jam perjalanan dari London. Beli tiket kereta, mulai berangkatlah saya dari hotel jam 8 pagi dan sampai di Windsor jam 09.30 waktu Inggris.

Ini di dalam kereta menuju Windsor

Sampai di depan Windsor beli tiket harganya 29 pound atau sekitar 600 ribuan. Jalan kaki berapa langkah, langsung tampak megah sebuah castle kuno yang Indah.  Istana yang bisa saya bilang punya arsitektur kuno dengan nilai artistik tinggi, gak rugi  jauh-jauh datang ke London merayakan maulid di Windsor.

Mulai saya menyusuri bagian-bagian istana Ratu Elizabeth ini. Saya cukup beruntung karena pas dibuka, karena kalo pas weekend Ratu suka menghabiskan weekend di Windsor dan pasti Istananya ditutup untuk umum karena Ratu gak suka berisik. Cirinya kalo di Istana tampak ada kepulan asap penghangat ruangan, berarti Ratu sedang berada dalam Istana.

St. George

Sebelah kiri terdapat St George, di sini nanti tempat Pangeran Harry pemberkatan ketika menikah nanti. Di dalam St George sendiri juga sangat indah, dan saya temukan banyak makam orang-orang penting dan keluarga kerajaan. Sayangnya, kita  tidak diperbolehkan memfoto setiap bagian yang ada di dalam St George, tapi saya sempat mengambil satu gambar di dalam St George sebagai obat penasaran dan bukti kalo saya sudah nyampe kesana ha ha.

Bagian dalam St. George

Di Windsor juga ada prosesi yang unik yakni upacara pergantian penjaga Istana setiap jam 11 siang, mereka melakukan upacara militer kerajaan dengan drumband dan lagu-lagu mulai jingle bell, joy to the world dan entah apa lagi saya gak hafal ha ha ha, tapi iramanya cukup rancak dan meriah. Cukup menarik menurut saya, tradisi yang tetap dipertahankan ribuan tahun lalu dan  tetap dilaksanakan sampai kini.

Pergantian prajurit

Setelah mengelilingi istana yang cukup luas, saya mulai masuk ke bagian inti Istana Windsor, sama seperti di kawasan St George, disini juga tidak boleh ada yang foto di dalam Istana, baik kamera ponsel maupun kamera DSLR, tapi jika saya harus bercerita, Istananya sangat Indah, mulai dari piring, mangkok,

Istana Windsor

Lukisan, kamar, dindingnya semua Indah dan susah diceritakan, bener-bener wonderfull. Gak kebayang kehidupan Pangeran Wiliam dan Harry yang hidup di Istana semegah itu.

Istana Windsor

Bersyukur dalam hati terus-terus bershalawat, bersyukur sama Allah meski tidak diijinkan tinggal disini tapi minimal saya nginjek karpet yang di injek sama Ratu Elizabeth ha... ha...ha dan saya bisa  baca Shalawat di salah satu Istana paling megah di muka bumi tepat di Maulid baginda Nabi Muhammad SAW.