Latimojong, The Big Mountain di Atap Sulawesi

Latimojong, Gunung yang diberi julukan The Big Mountain ini  terletak di Pulau Sulawesi, berada di ketinggian 3.478 Mdpl, Latimojong juga menjadi bagian dari The Seven Summits of Indonesia


Saya berangkat di bulan januari 2017, menuju puncak Gunung Latimojong. Mendarat di Bandara Hasanudin, saya dijemput oleh beberapa kawan dari komunitas pecinta alam. Perjalanan dimulai dari  dari Makasar menuju Enrekang selama 7 jam.

Dari Enrekang, kita berpindah mobil ke ojek untuk menuju pintu terakhir pendakian di desa karangan, Latimojong. Kita menggunakan moda tersebut karena jalan yang dilalui rusak, sehingga tidak bisa ditempuh dengan mobil.

Setelah 1,5 jam perjalanan ojek, tibalah kami di desa terakhir untuk mulai pendakian. Berbeda dengan gunung di Jawa, kita tidak perlu membawa surat keterangan dokter, dan penjagaannya tidak begitu ketat. Kita cukup melapor kepada penjaga masyarakat sekitar bahwa kita akan mendaki.

Ada 8 pos pendakian untuk bisa sampai puncak Rante Mario, yang merupakan titik tertinggi pulau Sulawesi. Pos 1 menuju Pos 2 jalur yang dilewati banyak kita temui kebun kopi. Lanjut Pos 2 menuju Pos 3 mulai ada tantangan, kita harus melewati akar-akar dan mendakinya di beberapa titik harus menggunakan tali. Sampai di Pos 3 menuju Pos 4, masih sama, medan berupa tanjakan walaupun di beberapa titik masih ada bonus jalan datar.

Pos 4 menuju Pos 5 hari sudah mulai masuk sore, tenaga sudah mulai habis, jarak yang dekat jadi terasa jauh. Pos 5 menuju pos 6 kemiringan sudah mencapai 60 derajat, dan pos 6 ke Pos 7 merupakan pos dengan jarak terjauh dan harus ekstra hati-hati. Kami membuat tenda di Pos 7, malangnya, malam itu hujan turun dengan derasnya lengkap dengan kilat menyambar.


Suhu di Pos 7 mencapai 2 derajat celcius, jika boleh memberi saran, lebih baik membuat tenda di pos 5 untuk menghindari suhu dingin yang berlebih.

Keeesokan harinya kami mulai pendakian ke Puncak Rante Mario. Start pukul 04.00 pagi mulai menerobos kedinginan Gunung Latimojong. Butuh fisik yang tangguh untuk sampai ke Puncak Rante Mario. Berbeda dengan pos-pos sebelumnya,sekalipun tidak terlalu jauh, Pos 7 ke Pos 8 merupakan pos terberat.

Medan batu dengan tebing-tebing jurang akan kita lalui selama medan menuju puncak. Di beberapa titik akan sangat curam. Saat kami naik, turun hujan kembali, tentu ini semakin menambah berat perjalanan menuju Latimojong.

Saya sarankan, jika terjadi hujan, sebaiknya turun dan tidak melanjutkan pendakian ke puncak, karena pasti diatas Gunung Latimojong sedang terjadi badai seperti yang saya alami.


Tapi tak mengapa,perjalanan kemarin memberi pelajaran berharga bagi saya, untuk lebih waspada, sekalipun hampir mengalami hipotermia karena cuaca dingin akut, akhirnya kami bisa menyentuh Puncak Rante Mario di ketinggian 3.478Mdpl.

Di Puncak dominasi kabut putih menyelimuti titik tertinggi di Top of Celebes. Meski tidak mendapatkan banyak foto, puas dan bangga menjadi rasa yang tak bisa digambarkan, bisa selamat berjalan di tengah-tengah badai menuju puncak Rante Mario.