Keliling di "Jakartanya", Amerika Serikat

Cerita ke 5, sudah baca cerita part 4 nya belom, biar runtut, dibaca dulu part 1 sampai dengan 4 nya hehehe….sekarang kita menginjak ke part 5, udah kayak sinetron tersanjung #eh. Di bagian ini, pengalaman menjadi akan semakin seru, pertama, saya sudah mulai menyebrang antar state tidak menggunakan mobil, tetapi menggunakan bus, saudara asuh yang mengawal saya jumat sampai minggu, harus bekerja di hari seninnya, jadi saya harus keliling Amerika sendiri. Bayangkan, anak kemarin sore yang hampir 23 tahun sering mengurung diri di rumah, sekarang jalan ke Amerika sendirian.

Bank of America

Tujuan pertama setelah Boston, adalah Washington DC, sebagai salah satu ibukota Amerika, kota ini wajib dikunjungi apabila kita pertama kali ke Amerika, mainstream sih,  namun apa jadinya jika kita pergi ke United States tapi tidak mengunjungi Washington, ibarat makan sayur asem tanpa garam, seger sih tapi kurang sedap. Jarak antara Boston ke Washington 394 Mil atau 635 Km, karena naik bus, Boston Washington saya tempuh kurang lebih 7 jam, jauh juga ternyata, ini seperti naik Bus Surabaya ke Cirebon, bikin punggung panas, yang gak bikin panas, karena ini  This is United States of Amerika, rasa-rasa excited dan penasaran itu tetap ada.

Saya duduk di bangku ketiga bus dengan 70 penumpang, sebelah saya orang Chinese, namanya Celina, dia juga sama, pergi ke Amerika sendiri, dan ini pertama kalinya, jadi sebetulnya bisa jadi kawan yang nyambung selama perjalanan. Meski sendiri, dia lumayan bolak balik ke Amerika karena punya teman yang kerja di Massachussets.

Selama perjalanan saya 1 kali berhenti di rest area buat makan siang, tentu bukan makan nasi lemak, tapi fast food, bisa ditebak beberapa jam kemudian, perut kembung !!!. Buat saya belum makan, jika belum makan nasi, dan selama perjalanan jika naik bus, saya jarang makan dan minum, karena menghindari panggilan alam untuk pergi ke belakang.

Jadi menghindari panggilan alam tersebut, sepanjang perjalanan isinya tidur, bangun belom nyampe, tidur lagi terus sampai Washingthon DC, tau-tau udah nyampe di alun-alun DC dimana Gedung Putih dan Capitol Building berada. Wow, bisa bayangkan kan, bangunan yang dulu hanya dalam angan-angan, sekarang berada hanya 100 meter dari tempat saya berdiri. Saya turun dari Bus dan bertanya ke orang sekitar, Where is The Capitol Building ? … salah seorang bule langsung memberikan petunjuk, you can go straight, and turn left and then you will see the Capitol Building. Ok Thank you.

Gedung Capitol

Saya jalan tidak terlalu jauh sesuai petunjuk bule tadi, dan di depan saya berdiri bangunan megah Capitol Building, ini adalah salah satu landmark DC yang wajib kita kunjungi, sekilas nampak seperti Taj Mahal, di depannya Gedung Capitol terdapat kolam besar dan halaman rumput hijau yang cukup indah.  Disinilah seluruh presiden Amerika Serikat dilantik, kadang saya pengen nangis ketika mengunjungi tempat-tempat ini, bukan karena cengeng, tapi lebih pada kekaguman saya pada Allah aza wajalla ketika memberi saya jalan untuk sampai ke tempat-tempat ini. Karena dulu boro-boro saya sampai Amerika, keluar pintu rumah saja saya jarang, dulu kerjaan saya, kanan tasbih, tangan kiri saya pegang radio dengerin ceramah Almarhum KH Zainuddin MZ, sampai kalo diputar ceramah KH Zainuddin MZ saya hafal semua ceramahnya di luar kepala, antik ya hehe. Memang, sampai kadang yang bertemu saya selalu bilang, percuma mas, kalo kerjanya hanya dengerin ceramah sama pegang tasbih, tidak akan jadi apa-apa, tapi pada akhirnya sekarang Allah menjadikan bumi terasa sejengkal

Gedung Capitol

Kembali ke laptop, cuaca saat itu mendung dengan hujan rintik-rintik, jadi tidak bisa terlalu lama, karena mesti mengamankan kamera yang ada di tangan, setelah foto beberapa saat di depan Capitol,saya jalan mencari tempat berteduh sejenak. Mungkin karena udah capek naik bus, jadi saya tidak ada keinginan untuk explore dari dekat gedung Capitol, buat saya foto di depannya saja sudah cukup, yah minimal ada foto buat update koleksi pigora di rumah, karena setiap perjalanan traveling saya, fotonya saya cetak dan saya tempel di dinding rumah, buat koleksi perjalanan sih, sisanya  saya taruh di web ini (pangeranadventure.com).

White House

Setelah dari Capitol saya lanjut ke kediaman presiden Amerika Serikat, bukan mau silaturahim, cuman buat numpang foto kedua kalinya. Jalan menuju White House ini kita melewati Bank of America dan Department Treasury United States.

Gedung Department Treasury United States

Dilihat dari sisi arsitektur tidak perlu diragukan lagi, bangunan khas kerajaan berdiri mentereng sepanjang jalan ini. White House pun begitu, sisi keramatnya ada, polisi penjaga mulai polisi cewek dan cowok berbadan tegap lengkap dengan senjata laras panjang berjaga-jaga di depannya, mereka mah jarang senyum, semuanya posisi standy by siaga. Mungkin udah di setting gitu ya, tapi so far mereka sama tourist cukup bersahabat, dalam artian saya masih boleh foto-foto di depan Gedung Putih, soalnya kalo di Surabaya saja, gak boleh kita foto-foto di depan konsulat Amerika, jadi masih Alhamdulillah, bisa foto di Rumah Dinas Om Donald.

Menjadi kebanggan sendiri, apalagi masuk jadi tamu kenegaraan Om Donald, bisa dibilang spektakuler dan tidak mungkin karena setau saya hanya Soekarno orang Indonesia yang bisa masuk di Gedung Putih dengan sangat terhormat dan diterima oleh Presiden Amerika ke-34, Dwight Eisenhower, itupun Bung Karno marah-marah karena disuruh nunggu 30 menit lamanya, Bung Karno memang terlalu keren.

Museum Smithsonian

Lepas dari Gedung Putih masih di kawasan Washington saya menuju menuju Museum Smithsonian. Jika hobi dengan pesawat dan dunia penerbangan, kunjungilah tempat ini, keren dan nyaris saya tak bertemu orang Indonesia sama sekali. Di dalam museum dijual pernak-pernik NASA dan sejarah tentang Boeing, jika tidak ingin belanja, melihat sejarah pesawat kuno sampai modern bisa menjadi alternatif wisata ketika di DC.

Lincoln Museum

Setelah dari museum Boeing, saya menuju Lincol Museum, sama seperti saudara  satu kota White House dan Capitol, Lincoln Museum juga memiliki arsitektur yang sangat menarik, didepan Lincoln museum juga terdapat bangunan tugu monument Washington yang tampak megah dilihat dari kejauhan.

Tugu Monumen Washington

Sekitar Lincoln Museum juga terdapat bangau-bangau yang sedang mencari makan, taman-taman di Amerika semuanya terawat dengan sangat baik, jadinya bikin betah untuk duduk-duduk di taman. Beberapa saya lihat juga orang sedang berlari di sekitar Lincoln Museum.

Di Washington,  landmark satu dengan yang lain letaknya tidak terlalu jauh, jadi kita bisa jalan kaki santai menikmati beberapa tempat penting di Amerika. Tak jauh dari sini juga terdapat Gedung Pentagon.

Gedung Pentagon

Gedung pertahanan Amerika yang sangat famous itu berada di dekat Arlington bridge, tentu saya tidak mungkin bisa mendekat, saya hanya mengambil fotonya dari kejauhan menggunakan kamera tele.

Pesawat terbang rendah dan suara bising pesawat sepertinya bisa kita dengar setiap menit, maskapai penerbangan Amerika terbang rendah, mungkin karena letak bandaranya berada di tengah kota Washington.

Secara umum Washington bisa diibaratkan “Jakartanya” Amerika, ibukota negara Adidaya yang benar-benar jadi kota pemerintahan, tidak terlalu padat juga penduduk maupun lalu lintas mobilnya, namun jika diberi pilihan tinggal di Amerika, saya lebih suka tinggal di Massachusset ketimbang Washington. Meski DC tidak crowded, namun tidak sepi juga, kalo buat jalan, masih lebih enak, Boston, tapi sekali lagi, pergi ke Amerika tidak mampir DC seperti ke Arab tidak mampir Madinah, kurang afdol. (BERSAMBUNG)