Jalan-jalan ke Paris of The East

Jika ingin travelling murah meriah, pergilah ke negara yang kurs mata uangnya berada di bawah rupiah. Anda seperti berasa konglomerat yang sedang liburan, betapa tidak, mata uang negara kita dinilai lebih tinggi dari negara tujuan.

Notre Dame Basilica Ho Chi Minh

Kali ini yang saya kunjungi adalah  kota Ho Chi Minh, Vietnam. Walaupun bukan ibukota negara, faktanya  Ho Chi Minh menjadi bandar terbesar melebihi ibukotanya sendiri, yakni Hanoi. Mendarat di bandara  Tan Son Nhat saya memulai explore kota Ho Chi Minh. Kesan pertama mendarat di Bandara ini, seperti mendarat di Bandara Hang Nadim di Batam. Seperti tidak berasa di luar negeri, karena orang yang saya jumpai warna kulitnya juga sama dengan kebanyakan warga Indonesia .

Warga Ho Chi Minh susah berbahasa inggris, jadi komunikasi dengan mereka menggunakan bahasa isyarat atau saya menunjukkan gambar untuk menuju lokasi wisata di Ho Chi Minh. Ada banyak tempat wisata di Ho Chi Minh dan kebanyakan arsitektur  bergaya gothic. Konon kota ini dijuluki Paris of the East.

Reunification Palace

Lokasi pertama yang saya kunjungi adalah Reunification Palace. Dulu bangunan ini merupakan istana kepresidenan negara Vietnam, dibangun pada taun 1962 istana ini merupakan karya arsitek Mo Viet Thu. Di Istana ini kita akan banyak jumpai replica tank. Untuk masuk ke istana ini kita harus membeli tiket 30.000 dong dan istana ini dibuka mulai pukul 07.30 – 16.00 .

Saigon Central Post Office

Geser ke wisata selanjutnya adalah Saigon Central Post Office. Bangunan ini merupakan peninggalan abad ke-19  dan memiliki kesamaan dengan menara Eiffel, yakni dirancang oleh Gustave Eiffel. Sampai saat ini kantor pos ini tetap berfungi pada umumnya yakni untuk mengirim surat dan berbagai barang atau paket.

Notre Dame Basilica

Di dekat Saigon Central Post Office kita akan jumpai Saigon Notre Dame Basilica. Sebuah katedral kuno yang ada di Ho Chi  Minh. Gereja ini dibangun pada tahun 1863 hingga 1880 pada masa kolonial Perancis. Untuk fotografi, Katedral ini sangat genic arsitekturnya  untuk selfie, maupun pre wedding. Jika belum puas dengan wisata tersebut, traveller bisa mampir ke Ho Chi Minh City Hall, sebuah bangunan yang dulunya adalah sebuah hotel de Ville Saigon. Aristekturnya cukup menarik, sebaiknya kesini pada malam hari, hiasan lampunya layak diabadikan menjadi sebuah moment foto yang indah.

Jarak antar lokasi wisata satu dengan yang lain di Ho Chi Minh tidak terlalu jauh, kita bisa naik angkutan umum ataupun jalan kaki. Untuk urusan kuliner, traveller bisa mencoba makanan di daerah Ben Thanh Market. Selain murah, disini traveller bisa berbelanja semua pernak Pernik khas Vietnam untuk buah tangan ketika balik ke Indonesia. Jangan lupa juga membeli kopi Vietnam yang merupakan kopi terbaik di dunia .