Cerita India dan Kashmir Part 1 - Berangkat Pake Low Cost Carrier 

 

Namaste !!

Petualangan kali ini menyusuri negeri Mahatma Gandhi. Kalo ditanya kenapa ke India ? Jawabnya pengen liat bangunan paling masyur sejagat, yakni Taj Mahal. Dan kenapa mesti ke Lembah Kashmir ?  Kashmir is Heaven on Earth dan disana ada Rambut Baginda Nabi Muhammad SAW.

Ini kawasan Istana Presiden India

Sebetulnya rencana ini sudah sejak lama cuman baru kesampaian sekarang. Tahun 2018 udah bikin visa India namun karena satu dan lain hal batal berangkat. Nah di awal 2019 ini memantapkan hati berangkat, sekarang visa India gratis lho. Cukup buka aplikasi gov india, entry data tunggu 24 jam udah selesai e-visanya.

Setelah semua ready saya berangkat dari Juanda menuju Indira Gandhi Airport. Untuk pertama kalinya terbang perjalanan jauh naik low cost carrier alias pesawat murah Jet Star. Tahu harga tiketnya berapa ? Sekali jalan 2.1 juta, murah khan tapi transit  semalam suntuk di Singapura, yang otomatis mengharuskan untuk tidur di bandara.

Meski bandara Changi bagus, tentu saya tidak ngemper, udah capek banget, tidurlah di Ambasador Transit Hotel. Hotel ini saya rekomendasikan kalo teman-teman mau berangkat flight pagi. Tempat tidurnya nyaman meski toiletnya diluar namun bersih. Harganya juga murah kok 700 ribuan. Landing di Singapore jam 01.00 dini hari. Malem banget ? Iya donk, namanya aja murah. Tentu banyak soronya. Ha ha ha. 

Turun dari pesawat jalan beberapa langkah ke hotel, check in. Yah lumayan lah buat istirahat semalem. Keesokan harinya pesawat saya dari Singapore Menuju Delhi berangkat pukul 11.00. Singapore Delhi butuh waktu 6 jam 10 menit. Jadi kalo di total ya perjalanan Surabaya India itu udah kayak berangkat umroh, 10 jam-an.

Bayangin perjalanan 10 jam-an naik pesawat A320 yang notabene itu buat Jakarta Surabaya pesawatnya. Punggung panas Boss !!. Menu di pesawatnya juga cukup sederhana. Chicken Biryani. Es Krim Coklat dan kemudian kembung Ha ha ha.

Setelah 6 jam perjalanan, sampailah saya di New Delhi Airport. Agak surprise sih, ternyata bandaranya bagus. Dan gak seseram cerita2 para traveler sebelumnya. Bandaranya besar, oke, pelayanannya juga cepat, dan tidak ada yang mengerikan menurutku.

Toilet

Ada yang menarik. Di toilet bandara nya itu untuk bedain cowok sama cewek dikasi gambar segede gaban mbok. Gilak banget, kupikir ini tuan putri dan putra raja, ternyata cuman buat bedain kalo ini toilet cowok dan ini toilet cewek. Cukup unik sih.

Setelah proses cek visa selesai, dijemputlah saya sama temen India, namanya Muhammad Agus, dia Mahasiswa Program Doktoral Jurusan Hubungan International di Jawaharlal Nehru University, New Delhi sekaligus tim KPU luar negri. Kalo pak Jokowi ke India, yang ngecek-i kesiapan dan segala sesuatunya bersama tim istana juga mas agus ini.

 rumah pak Dubes RI di KBRI India 

Diantarlah saya naik Taxi India untuk check in di hotel yang sudah saya pesan di tanah air, namanya Royal Plaza Hotel. Keren sih, sekilas mirip Sheraton. Dan hotel ini berada di kawasan segitiga emasnya India. Jadi kalo temen-temen ke India,hotel ini bisa jadi referensi, meski kamarnya kecil, namun lokasi dan interior hotelnya bisa dibilang cukup bagus dan harganya terjangkau.

India Gate

Setelah proses check in hotel, saya lanjut explore India. Karena udah sore, jadi yang dikunjungi di kota-kotanya aja. Pertama saya menuju India Gate. Nah di bangunan ini udah mirip kayak arc de triomphe Perancis lho, dan disini ada api abadi pula.yang dijaga nggak boleh sampai mati. Api ini pula yang dipakai di perhelatan Asian Games 2018 kemarin. Gak nyangka bisa lihat langsung asal apinya di India, bener-bener wonderfull.

Ini Api Abadi yang dibuat Asian Games 2018 kemarin di Indonesia

Dari India Gate, saya lanjut naik rickshaw menuju ke Istana Presiden India. Istana India namanya Rashtrapati Bhavan . Keren sih, sekilas mirip capitol Building di washington DC. Apalagi ditambah cahaya, keren banget. Dengan cuaca 10 derajat celcius udah kayak di Washington DC feelnya.

Rashtrapati Bhavan

Setalah puas foto-foto saya balik ke Hotel jam 09.00 malem waktu India. Waktu India 1.5 jam lebih lambat ketimbang Indonesia. Besok pagi saya akan lanjut ke Agra  melihat Taj Mahal. Semua itinerary ini saya buat sendiri, dan gak lewat travel tour. Karena saya paling males ikutan travel tour, pertama nggak bebas, yang kedua, lokasi-lokasi yang dikunjungi udah umum dan yang ketiga, diajak belanja-belanja ke tempat nggak penting.

Nah, besok saya akan mengunjungi Taj Mahal. Bangunan paling simetris dimuka bumi, sekaligus makam terindah sejagat. Tunggu cerita berikutnya di Menuju Taj Mahal !! (Bersambung)