Banjarmasin, Kota Seribu Sungai di Kalimantan

Banjarmasin, kota yang dijuluki sebagai kota dengan seribu sungai ini merupakan salah satu kota tua di Pulau Kalimantan. Sejak jaman dahulu kota ini sangat dikenal sebagai kota perdagangan, sebagai kota dagang tentu Banjarmasin memiliki banyak pasar. Dan salah satu pasar yang terkenal adalah pasar Lok Baintan. Saya berkesempatan berkunjung ke Banjarmasin minggu lalu (8/7/17)

Jika pernah menengok salah satu Iklan stasiun televisi jaman dahulu tentang ibu yang berjualan di pasar terapung, tempat tersebut menginspirasi saya untuk mengunjunginya.


Pasar yang dimulai dari jam 6 pagi sampai jam 8 pagi ini, bisa dibilang unik, karena semua transaksi jual beli dilakukan diatas perahu, sebuah pemandangan yang berbeda dengan pasar yang kita temui di pulau jawa maupun pulau lainnya.

Bahkan di dunia ini kita mengenal pasar terapung hanya ada di Banjarmasin dan satu lagi di Thailand. Yang membedakan,pasar terapung di Banjarmasin terbentuk secara alami.

Perjuangan Ibu-ibu pedagang yang  mengayuh sendiri perahunya sambil berjualan barang dagangannya membuat hati saya terenyuh, bagaimana perjuangan seorang ibu untuk mencari nafkah.

Sesekali saya memotretnya, dan ibu pedagang tersebut memalingkan wajahnya karena malu. Sambil menyusuri sungai Martapura, kita juga bisa menikmati soto Banjar khas Banjarmasin yang berada di tepian sungai Banjarmasin, namanya Soto Banjar Bang Amat, sesuai cerita dari orang-orang sekitar,memang benar jika rasa soto Banjar sangat enak. Selain pasar lok baintan yang sudah cukup terkenal,pemandangan lain yang tak kalah menarik di Banjarmasin adalah patung Bekantan yang merupakan Landmark baru Banjarmasin.


Patung berukuran 6,5 Meter ini bisa terbilang cukup besar. Dari mulutnya juga mengeluarkan air mancur, jika malam hari patung ini juga dilengkapi warna lampu yang berubah-ubah menambah menarik bekantan yang memiliki nama latin Nasalis Larvatus. Di tangan bekantan tersebut juga tampak Rambai buah khas hutan Kalimantan yang merupakan makanan favorit bekantan.


Bekantan dijadikan landmark Banjarmasin karena hewan ini banyak ditemui di hutan Kalimantan. Selain melihat patung Bekantan, saya juga mengunjungi  titik 0 kilometer Banjarmasin yang berada di samping sungai  Martapura.  Ada banyak tempat menarik di Banjarmasin, terlebih lagi saya datang ke Banjarmasin disambut oleh Kapolda Kalimantan Selatan Brigjen Pol Rachmat Mulyana yang sangat welcome dan bercerita tentang keindahan pesona Banjarmasin. Ayo Visit Banjarmasin