Ada Rambut Nabi  Muhammad SAW di Kashmir

 

Mari kita  lanjutkan cerita Kashmir. Maaf baru nulis lagi karena banyaknya permintaan sajadah, songkok dan pashmina cashmere, menulisnya jadi kedodoran.

Pagi itu saya terbang  menggunakan maskapai Air Indigo, sama ini low cost carrier juga, tapi agak surprise karena dalamnya kayaknya Garuda Indonesia, bersih , tertata rapi dan kuenya lumayan. New Delhi – Srinagar ditempuh 30 menit perjalanan. Namanya main ke Surganya dunia, butuh perjuangan donk. Penerbangan yang 30 menit itu menyajikan pemandangan yang sempurna, bayangkan, kita terbang di atas gunung tertinggi di muka bumi, Himalaya. Apalagi pas mau landing, selain deg-deg ser karena melewati pegunungan, tentu pesawat goyang-goyang gak karuan ha ha ha, namun itulah beberapa seni-nya main ke heaven on earth.

 

Himalaya Mountain

Landing di Srinagar kita gak boleh foto-foto  di bandara, prohibited alias dilarang. Di atas pesawat kita udah dikasi tahu sama pramugari bahwa foto-foto di bandara Srinagar dilarang. Jadi pas landing ya kita udah tau, jangan maksa buat foto-foto. Di dalam bandara gak kayak bandara pada umumnya, banyak tentara cuy, sebelum keluar kita mesti ngisi kayak  visa on arrivalnya Kashmir, meskipun udah bawa visa India, kita mesti harus ngisi surat tersebut. Suratnya ditulis dalam bahasa urdu. Ya karena bahasa urdu jadi saya banyak salah ngisi kolom pertanyaannya, lalu sama tentara ini dibantu, baik mereka itu.

Ini pemandangan dari Bandara Srinagar, keren banget khan

Saya juga meminta tentara tersebut menghubungi sopir saya  ‘ saya bilang “ Sir, can you help me to call my driver, and tell him that I am here “ dan dia mau aja saya suruh-suruh ha ha ha. Maklum, disini sinyal itu gak ada, jadi kalo mau telp atau wa saya itu pinjem telp sopir atau pake hot spotnya sopir atau hotel, kebayang kan gimana hidup tanpa sinyal.

Setelah di telp, saya berjumpa lah dengan sopir saya “ halo brother, I am saad bin irsad “ . dibawa lah tas saya sama sopir saya naik innova. Setelah dari bandara saya langsung di ajak keliling ke Mughal Garden, sepanjang perjalanan itu kayak melewati kota tua Irak, yang habis perang gitu. Kashmir memang daerah konflik India Pakistan dan disini itu military area, jadi jangan kaget kalo tiap beberapa kilometer melawati penjagaan militer.

Mughal Garden

pada kunjungan pertama, sopir saya saad bin irsyad mengajak saya ke Mughal garden. Mughal ini taman dari Kaisar Mughal, sebelahan sama Zabarwan mountain, bagus karena pas winter tertutup salju.

Dal Lake

Saya bilang ke saad “ayo antar aku ke masjid Dargah Syarif,  aku mau lihat rambut Nabi Muhammad SAW. “ iya kata dia, masjid itu 1 jam dari sini “, kita nanti akan melewati  Dal Lake yang indah. Bener kata saad, kita melewati Dal Lake yang indah banget, danau ini termasuk 5 danau paling indah di muka bumi. Banyak elang-elang terbang diatas danau, apalagi pantulan refleksi dari gunung ke danau menjadikan foto semakin sempurna.

Masjid Dargah Syarif

Setelah 1 jam sampailah saya di depan masjid Darga Syarif. Masha Allah, inilah masjid yang dulu saya cuman bilang pas liat di internet “ saya mau kesini, tapi saya gak tau caranya , sebab Nabi Muhammad SAW sama Allah dimudahkan, bisa sampai “. Banyak yang tanya, bagaimana mungkin rambut Nabi bisa sampai di Kashmir ? Rambut tersebut dibawa oleh keturunan Nabi Muhammad SAW

Ini pintu masuk buat liat rambut Nabi Muhammad SAW.

“Informasi dihimpun, barang peninggalan tersebut pertama kali dibawa ke India pada tahun 1635 oleh Syekh Abdullah, yang diyakini sebagai keturunan Sang Nabi. Ia meninggalkan Madinah untuk menetap di Bijapur, dekat  dengan Hyderabad (India Selatan). Ketika ia meninggal, putranya, Syekh Hamid, mewarisi barang peninggalan tersebut.

“Sayangnya, ketika Dinasti Mughal menguasai wilayah itu, Syekh Hamid dilucuti hak-hak warisnya. Sehingga ia tak lagi dapat menjaga benda peninggalan tersebut, dan ia pun menjualnya pada seorang usahawan kaya dari Kashmir bernama Khwaja Nuruddin Ishbari.

“Itu bukanlah penjualan biasa. Hamid tidak menjual benda peninggalan tersebut kepada sembarang orang. Ia melakukan pelelangan untuk mendapat harga yang lebih baik. Pemilik, atau lebih tepatnya penjaga, yang baru dari benda peninggalan tersebut di pilih secara seksama oleh Hamid karena kesalehannya.

“Transaksi Suci tersebut berlangsung ketika India tengah bergejolak. Masa-masa kestabilan politis yang didasarkan pada toleransi agama telah dirusak oleh para fanatik. Orang-orang fanatik ini, yang disebut sebagai orang-orang puritan, sama sekali tidak menghargai benda-benda peninggalan bersejarah dan tempat-tempat suci. Pada masa itu mereka menyebut diri mereka sebagai pengikut Hambali, sekarang mereka dikenal sebagai pengikut mazhab Wahabi.

Halaman depan masjid Dargah Syarif

Ketika teman-teman mengunjungi masjid Dargah Syarif, "Aura Nabi" itu emang bener-bener terasa. Sampai burung-burung dara di depan Darga Syarif itu memberikan kode, jika aura Baginda Nabi memang ada disini. Itu kenapa orang-orang Kashmir itu kalo kangen, mereka dateng ke Masjid Dargah Syarif, karena bagi mereka, tempat ini adalah Madinah of poor people, Madinahnya orang-orang miskin yang dia tidak bisa ke Madinah.

Masuk masjid ini penjagaannya ketat, tentara bersenjata AK 47 lho yang jaga. Pas pertama masuk, tentaranya gak nanya-nanya, pas kedua kali datang, tentaranya nanya “mau kemana kamu ? pake bahasa urdu gitu,  I will take pray.. dia ngga ngerti inggris…. Trus ditepuk punggungnya oleh seorang syekh pake bahasa urdu “ udah biarin aja dia masuk, dia cuman mau sholat” sepertinya syekh itu bilang begitu… dan tentaranya bilang “ Jao….pergi…pergi masuk masjid maksudnya hahahaha.

Masuklah saya di dalam masjid. Harum banget dan tenang, gak boleh foto di dalam masjidnya, saya nanya “ Brother, where is hair of prophet Muhammad SAW “. Dijawab naik aja ke atas. Pas naik dan depan pintu yang nyimpen rambut Nabi Muhammad SAW. Masha Allah, luar biasaaaaaa, harum dan menenangkan. Amazing Wonderfull, bagi saya ini pengalaman luar biasa. Dargah Syarif memang masjid luar biasa, berkah rambut Nabi di masjid ini itu bener-bener kerasa, apalagi kalo pas keluar masjid, pemandangannya langsung Dal Lake berselimut salju.

Satu lagi yang patut kita pelajari dari orang-orang Kashmir, yakni Ahlak . Ahlak dan adabnya itu sangat layak kita contoh. Bagaimana mereka menjaga adabnya sama Rosululloh SAW dan Allah SWT. Mereka ya kalo saya tunjukan foto “brother, this is tomb of prophet Ibrahim AS, atau Ishaq AS atau Musa AS, mereka biasa aja. Tapi kalo saya bilang “ Brother this photo tomb of prophet Muhammad SAW, woow… mereka langsung berbinar dan mau nangis, sambil bilang Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad.

Bisa kita kayak gitu ? hanya orang yang hatinya terpaut dengan baginda Nabi, yang bisa nangis ketika nama Nabi Muhammad SAW disebut didepannya

(BERSAMBUNG)