9 Hal yang harus dilakukan  sebelum ke  Amerika versi PangeranAdventure.com

South Boston, Korean War Memorial, United States of America

Sudah baca cerita part 6 kan, nah ini bagian akhir dari perjalanan saya ke Amerika dari 11 Agustus – 21 Agustus 2017. Tiga hari terakhir menjelang kepulangan ke Indonesia, saya menghabiskan di kota Boston dan Cambridge, mulai dari jalan-jalan, ngemall, makan nasi goreng, explore Boston dan menyambangi kampus-kampus ternama seperti Harvard dan MIT. Bagi saya perjalanan ini sangat mengesankan, karena ini kombinasi antara percaya diri dan nekad, dengan menempuh jarak hampir 30.000 km (return) . Jika saya ditanya apa yang harus dipersiapkan jika ingin liburan di Amerika sendiri .

Pertama, adalah uang saku ya ha..ha… karena bayangkan aja di Amerika  nasi goreng di harga kisaran 700 ribuan belum termasuk tips 15%, inget makan di Amerika harus pake tips, abis makan, jangan langsung kabur ha ha… itu bon nya dibayar trus di isi mau ngasip tips berapa, paling rendah 15% dan paling tinggi 30 %, udah kayak management fee aja, uang faktor paling penting, karena pasti di imigrasi nanti ditanya, kamu bawa uang berapa ? tinggal dimana ? mau kemana aja ? sama siapa aja ? di tabungan ada duit berapa ? dan bawa uang tunai berapa ? itu pertanyaan di imigrasi Amerika, dan jangan bawa tunai diatas 50.000 USD dalam tas, karena kita bisa diinterogasi. Siapkan uang tunai dollar Amerika secukupnya saja dalam dompet yang kita bawa, usahakan sudah ditukar di tanah air, karena daripada ntar masih bingung nyari ATM atau di pesawat mau beli apa-apa, rupiah udah kagak diterima disana.

Kedua,  cek kelengkapan visa dan paspor kita, karena imigrasi Amerika cukup ketat, jangan bawa makanan macam-macam kayak saya, apalagi beras 5Kg ha ha, gak usah, karena ternyata di Amerika ada nasi persis kayak di Indonesia baik rasanya maupun bentuknya, mungkin sambel yang perlu dibawa agar makanan yang kita makan masih ada rasa pribuminya #eh, kalo ada plan mau nyetir mobil atau motor jangan lupa juga bawa sim international juga, kalo punya sih, kalo ngga punya gak usah gaya-gayaan nyetir di negara orang, iseng-iseng nyetir, ntar bingung antara setir kanan atau setir kiri.

Ketiga, pilih maskapai terpercaya tanpa banyak transit, ini kebanyakan traveler milih transit lebih dari 1 kali transit untuk menghemat biaya tiket pesawat. It’s Okey, kalo ini keberangkatan kedua atau ketiga kalinya, bolehlah transit 2 kali atau 3 kali sekalian buat pengalaman dan lumayan nambah-nambah check-in path arrived in Los Angeles arrived in New York (gaya rek), tapi jika ini perjalanan pertama, mending cari yang transit sekali saja, agak mahal sedikit ga papa mengurangi resiko kesasar, kecapekan dsb, karena terminal di Amerika itu 1 bandara bisa terdiri 19 terminal Bung, bayangkan, nanti bingung nyari terminal pesawat malah ketinggalan pesawat.

Keempat, persiapkan bahasa inggrismu dengan baik, ngomong dengan orang Amerika beda dengan ngomong di tempat kursus bahasa inggris Mbak, mereka kalo ngomong cepat banget, dan jarang ada orang Amerika klemar-klemer. Semuanya serba tek.tek.tek, cepat dan tidak bertele-tele. Karena kalo kita kurang paham bahasa, mau ngomong, juga kurang pede lho.

Kelima, kopernya harus ada logo TSA (Transportation Security). Yang kayak gimana itu logo TSA ? apa kabar google? Pada tahun 2012, dihimpun dari detiktravel Agnes Monica pernah mengalami ketidaknyamanan saat kopernya dibongkar paksa, Agnes Monica mengungkapkan tentang kunci TSA. TSA (Transportation Security Administration) adalah bagian dari system keamanan bandara di Amerika.

Dari situs resmi Transportation Security Administration yang dikunjungi pangeranadventure.com, TSA dibentuk setelah kejadian pembajakan pesawat pada 11 September 2001. TSA menjaga keamanan bandara komersil dan bagasi di seluruh wilayah Amerika. TSA menetapkan standar tinggi tentang keamanan. Nah jadi pastiin, sebelum berangkat cek kopermu ada logo TSA atau nggak. Kalo belum ada, mending beli dulu ya.

Keenam, jaga kesantunan, this is very very important, tidak ada di dunia ini yang mengalahkan adab dan kesantunan bahkan ilmu sekalipun, seperti kata Al Quth Syekh Abdul Qadir Al Jaelani, “Aku menghormati orang karena adabnya bukan karena ilmunya, karena iblis lebih berilmu daripada manusia, tapi adab hanya dimiliki oleh para Nabi”. Jadi, taati peraturan, jangan pecicilan, jangan ngomong negro, karena orang Amerika rada sensi jika mendengar kata-kata negro, kalo mau ngrumpi sama teman, pakai aja bahasa Jawa atau bahasa daerah, selain orang Amerika gak bakal paham kalian ngomong apa, siapa tau ada orang Indonesia lewat dan nyapa “wong jowo tho mas’, nah bisa dapat temen baru kan. Karena ketemu orang Indo, di tempat yang jauh itu kayak sodara banget .

Ketujuh, sebelum berangkat, pastikan paket telpmu udah diaktifkan paket Amerika, setting semua agar komunikasi lancar, download GPS jaga-jaga kalo nyasar, dan kalo nyasar pun jangan panik, buka google, tenangkan diri, cari nomer KBRI terdekat disana, dan hubungi lalu mampir  ke KBRI.

Kedelapan, sebelum berangkat pastikan ijin ke orang tua, meski pakai biaya sendiri pakai duit kita sendiri, tetap kita mesti menghormati mereka, karena doa restu mereka bisa melancarkan perjalanan kita ke Amerika. Dan andai terjadi sesuatu, mereka tau kita dimana dan kemana, dan  jangan lupa berdoa, baca shalawat bagi yang muslim, sebut nama Allah dimanapun kalian berada, dan yang non muslim baca doa menurut kepercayaan sendiri-sendiri.

Kesembilan, ijinkan saya mengutip sebuah quote Soe Hok Gie “ Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya. Jadi, kelilinglah ke berbagai tempat, agar ilmu, pengalaman serta wawasan kita juga terus bertambah. (Andik Setiawan Salman Al Farisi)